Jakarta (23/7/22). Tim dari Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) dan Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jakarta Selatan melakukan roadshow ke beberapa pondok pesantren secara konvoi menggunakan kendaraan roda dua di wilayah Jakarta Selatan.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya terkait dengan rencana kolaborasi untuk gagasan program pengurangan emisi karbon dan peningkatan ekonomni di pondok pesantren. Kunjungan di pondok pesantren untuk melihat secara detail prasarana dan sarana yang tersedia pondok pesantren seperti sarana air bersih, jamban sekolah (ponpes), tempat cuci tangan, tempat sampah, dan prasarana pendukung internet seperti ketersediaan jaringan wifi.

Kunjungan ini semacam rapid assessment (penilaian cepat) dimana hasil dari penilaian tersebut nantinya digunakan untuk menggali potensi dalam pembuatan program apa yang dapat didukung oleh banyak pihak melalui kolaborasi ini, termasuk dari IDCTA dan anggotanya.

Secara garis besar Tim IDCTA melihat bahwa untuk penyediaan air bersih dan sanitasi masih perlu dilakukan peningkatan, terutama pada kualitas dan kuantitas air yang harus tersedia selama 24 jam. Sedangkan untuk jamban komunal terlihat masih sangat sederhana, sekedar tersedia jamban jongkok dan air untuk siram, namun masih dianggap kurang higinis, termasuk minimnya pencahayaan dan  ventilasi udara. Septictank sudah tersedia namun perlu dipastikan rutinitas pengurasaan lumpur tinja dan limpasan rembesannya ke lingkungan sekitar.

Terkait penanganan sampah di lingkungan ponpes masih memprihatinkan, belum ada wadah pemilahan antara sampah organik dan non organk. Jumlah wadah sampah di beberapa titik masih sangat terbatas sehingga terlihat timbulan sampah di beberapa sudut kelas dan bangunan sekitar ponpes. Sampah yang sudah terkumpul (tanpa pemilahan) selanjutnya diangkut oleh jasa kebersihan, padahal jika dipilah dapat menghasilkan sampah bernilai ekonomis.

Penanganan sampah di Ponpes Al Fauzan Nusantara dan Ponpes Al- Mawaddah dilakukan dengan cara dibakar di lubang tanah yang disediakan oleh pengelola. Tentunya hal ini berdampak pada polusi udara di lingkungan sekitar ponpes.

Kolaborasi Tim IDCTA dan Pengurus LPNU bak gayung bersambut, program-program yang telah dipaparkan ke pengurus ponpes mendapat tanggapan poisitif, sehingga sepakat untuk segera  menindaklanjuti dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU).

Sekretaris LPNU Jaksel, Gustain menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini team akan fokus pada pengelolaan dan perbaikan jamban komunal (smart jamban), penanganan sampah, dan pemasangan jaringan wifi. Jaringan wifi ini akan disediakan gratis untuk warga ponpes, namun dikembangkan menjadi wifi berbayar murah bagi warga yang berada sekitar ponpes. Terkait dengan smart-jamban, IDCTA telah menggandeng perusahaan multi-startup bernama Jawara Bersih Nusantara (Jamban.id). Sementara layanan internet terdapat beberapa perusahaan swasta yang siap mendukung kedua ponpes membangun jaringan wifi berteknologi tinggi.

Hadir dalam kegiatan ini adalah Riza Suarga (Ketua IDCTA), Poempida Hidayatulloh (Wakil Ketua IDCTA), beserta tim terdiri dari Andry Thamrin, Mutho Kuntjoto, Lastyo Lukito, Virza Sastra, Fandi, Rachmat, dan Arief. Sementara Pengurs dari LPNU terdiri dari Kyai Abdullah, Ustadz Nurhasan, Ustadz Imam Mudin, Ustadz Marzuki, Ustadz Musa, Gustain (Sekretaris LPNU Jakarta Selatan).

Rombongan dari IDCTA dan LPNU berfoto bersama di Ponpes Al Fauzan Nusantara

Lokasi pondok pesantren yang dikunjungi adalah: Pondok Pesantren Al Fauzan Nusantara berlamat di Gintung, RT.6/RW.6, Tanjung Barat, dan Pondok Pesantren Al- Mawaddah beralamat di Jl. Sadar Raya No.34, RT.3/RW.4, Ciganjur. Keduanya berada di Kecamatan Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan.

Salam,

Admin IDCTA